NOAHS WISH — Meskipun beberapa hewan menggunakan paru-paru untuk bernapas, beberapa mengandalkan kulit untuk bernapas. Apakah ada tiga hewan yang bernapas melalui kulit?
Katak, salamander, dan cacing tanah adalah tiga hewan yang bernapas melalui kulit. Mari kita pelajari lebih lanjut tentang makhluk-makhluk tersebut!
Hewan-hewan yang bernapas melalui kulit
Menurut Museum Sejarah Alam Universitas Oxford, setiap hewan memiliki cara bernapas yang berbeda, meskipun semua hewan membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup dan mengeluarkan karbon dioksida.
Hewan air mengambil oksigen dari air melalui insang, tetapi hewan darat menghirupnya melalui paru-paru.
Meskipun demikian, beberapa hewan darat, seperti cacing tanah dan amfibi, juga memiliki kemampuan untuk bernapas melalui kulit mereka, meskipun amfibi juga memiliki paru-paru sederhana.
Salah satu dari empat jenis pernapasan, bersama dengan paru-paru, trakea, dan insang, adalah pernapasan melalui kulit. Berikut adalah beberapa hewan yang bernapas melalui kulit, menurut Penelitian!
Amfibi
Kemampuan bernapas melalui kulit adalah ciri khas amfibi.
Kulit tipis dan lembab amfibi memungkinkan mereka menyerap oksigen langsung dari udara atau air.
Sebagian besar amfibi, seperti katak dan salamander, memiliki paru-paru yang sederhana, tetapi kulit mereka berfungsi sebagai pipa gas penting, terutama di lingkungan yang lembap.
Katak dan kodok
Salah satu spesies amfibi yang paling dikenal memiliki kemampuan bernapas melalui kulit mereka.
Bahkan saat katak berada di bawah air, kulitnya yang tipis memungkinkan oksigen masuk dengan mudah ke dalam tubuh mereka.
Katak juga dapat bertahan hidup di berbagai iklim, seperti gurun dan Kutub Utara.
Sebagai contoh, katak penampung air Australia bertahan hidup selama tujuh tahun dengan menggali di bawah tanah, menunggu hujan yang jarang, dan bernapas melalui kulit mereka.
Salamander
Salamander adalah salah satu contoh hewan yang bernapas melalui kulit. Beberapa spesies salamander, seperti salamander tanpa paru-paru, hanya bernapas melalui kulit mereka.
Kulit salamander yang basah memungkinkan pertukaran gas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh mereka.
Bahkan pada tahap perkembangan awalnya, larva salamander, yang mirip dengan kecebong katak, hanya bernapas melalui kulit dan insang.
Cacing tanah
Selain amfibi, ada juga cacing tanah yang bernapas melalui kulit mereka. Cacing tanah memiliki tubuh yang ditutupi oleh segmen yang memungkinkan mereka bergerak melalui tanah.
Salah satu sifat penting kulit cacing tanah adalah kemampuan mereka untuk menyerap oksigen dari udara di dalam tanah, yang sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka di lingkungan yang lembap.
Selain itu, cacing tanah meningkatkan kualitas tanah dengan mengangkut nutrisi dan mineral dan mengangin-anginkan tanah melalui terowongannya.
Ubur-ubur
Meskipun ubur-ubur adalah makhluk laut, mereka juga dapat bernapas melalui kulit mereka.
Mereka menyerap oksigen dari air melalui proses difusi, yang terjadi ketika oksigen berpindah dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah, menurut Live Science.
Tubuh ubur-ubur hanya terdiri dari lapisan sel luar dan lapisan sel dalam.
Oleh karena itu, tidak seperti hewan yang memiliki organ tubuh yang lebih kompleks, kulit mereka sudah cukup untuk memberikan oksigen.
Keuntungan dan kekurangan bernapas melalui kulit
Bernapas melalui kulit memiliki banyak manfaat, terutama bagi hewan yang hidup di tempat yang sering terendam air atau sangat lembab.
Hewan-hewan ini memiliki kulit tipis dan lembap yang memungkinkan mereka menyerap oksigen langsung dari lingkungannya tanpa bergantung pada paru-paru atau insang. Namun, metode ini memiliki beberapa keterbatasan.
Menurut Animal Fun Facts, metode bernapas ini memerlukan waktu yang jauh lebih lama daripada metode yang menggunakan sistem peredaran darah.
Oleh karena itu, jika dibandingkan dengan hewan lain yang mengandalkan sistem pernapasan yang lebih efisien, hewan yang bernapas melalui kulit memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil.
Jadi, hewan yang bernapas melalui kulit termasuk katak, salamander, cacing tanah, dan ubur-ubur.
Kemampuan mereka untuk bernapas melalui kulit menunjukkan kecanggihan adaptasi alam yang luar biasa, dan menunjukkan bagaimana kehidupan dapat berubah dengan cara yang sangat berbeda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Ini pasti meningkatkan pengetahuan kita tentang berbagai cara makhluk hidup berinteraksi dengan dunia mereka.
SUMBER KOMPAS.COM : 3 Hewan yang Bernapas Melalui Kulit, Ada Ubur-ubur dan Salamander