NOAHS WISH — New Delhi – Sedikitnya 44 orang tewas dan hampir 150 lainnya luka-luka setelah dua ledakan bom mobil mengguncang Kota Mumbai, India, hanya berselang beberapa menit pada Senin siang waktu setempat. Jumlah korban jiwa kemudian dipastikan mencapai 52 orang.
Kedua bom yang ditanam di taksi meledak saat jam makan siang. Salah satunya menghantam Gateway of India, ikon wisata paling terkenal di Bombay. Ledakan itu meninggalkan jejak darah di depan gerbang kolonial yang dibangun di tepi laut, dilansir dari BBC, Senin (25/8/2025).
Taksi berisi bom diparkir tepat di depan Hotel Taj Mahal, salah satu hotel mewah tertua di kota itu, yang kacanya pecah dan mobil-mobil di sekitarnya rusak. Kekuatan ledakan bahkan dilaporkan menghantamkan beberapa orang ke laut.
Pemandangan yang lebih mengenaskan terlihat di lokasi bom kedua, tepat di pasar perhiasan sibuk dekat Kuil Mumba Devi di pusat kota. Ledakan itu menghantam bangunan bertingkat dengan deretan toko di lantai dasar dan flat di atasnya.
“Anda tidak bisa membayangkan apa yang saya lihat. Tubuh-tubuh berserakan di mana-mana. Saya sedang di apartemen ketika mendengar suara memekakkan telinga. Gedung ini sampai bergetar dari fondasinya,” kata Prashant Zaveri, seorang warga setempat.
Potongan kaca pecah, bercak darah, hingga mobil dan toko yang hancur terlihat dalam radius 100 meter dari titik ledakan, menurut laporan koresponden BBC.
Kelompok Militan Pakistan Dituding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4563389/original/039070000_1693988052-pakistan_2.jpg)
Belum jelas siapa yang berada di balik serangan itu, namun sejumlah pihak mengaitkannya dengan kelompok militan berbasis Pakistan, terutama Lashkar-e-Toiba, yang sebelumnya juga dituduh terkait serangan ke parlemen India pada Desember 2001. Serangan tersebut menewaskan 15 orang, termasuk lima pelaku bersenjata.
Pemerintah Pakistan dengan cepat mengutuk ledakan bom ini.
“Kami menyesalkan serangan ini. Kami mengutuk semua tindakan terorisme dan saya pikir penyerangan terhadap warga sipil seperti ini harus dikecam sekeras-kerasnya,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Masoon Khan.
Ledakan tersebut juga disebut-sebut mungkin terkait laporan terbaru mengenai situs keagamaan kontroversial di Ayodhya, yang telah memicu ledakan-ledakan sebelumnya di Mumbai..
Penangkapan dan Lanjutan Kasus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4562919/original/059516400_1693824680-criminal-handcuffs.jpg)
Pada Juni 2004, empat pria dan seorang wanita didakwa di bawah Prevention of Terrorism Act India karena berkonspirasi meledakkan dua bom mobil ini serta bom bus sebulan sebelumnya. Mereka dituduh bekerja sama dengan militan Kashmir dari Lashkar-e-Toiba dalam merakit dan meledakkan bom, meski seluruhnya membantah.
Seorang tersangka lain yang disebut dalang utama serangan tewas dalam baku tembak dengan polisi pada September 2003. Sehari setelah ledakan, pemerintah India menuntut Pakistan menyerahkan 19 tersangka lain yang terkait serangan berbeda, namun Islamabad membantah memberikan perlindungan.
Meski hubungan sempat menegang, India dan Pakistan tetap melanjutkan upaya rekonsiliasi. Pada Juni 2004, kedua negara menggelar pembicaraan dua hari membahas sengketa Kashmir, yang digambarkan sebagai langkah “positif”.