Indonesia semakin serius dalam mengembangkan industri kendaraan listrik (EV) dengan membangun kawasan industri raksasa yang fokus memproduksi bahan baku baterai EV. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar global, tetapi juga mendukung transformasi energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau. (11/7/2025) Jumat.
PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) turut memasok kebutuhan akan produksi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Bahkan 10% dari produksi nikel di wilayah industrinya itu dipasok untuk kebutuhan bahan baku baterai EV.
Direktur Komunikasi IMIP Emilia Bassar mengatakan, wilayah industri IMIP memproduksi nikel hingga 3,9 juta ton khusus jenis nikel pig iron (NPI) dan 6 juta ton jenis stainless steel per tahunnya.
Dengan kawasan industri raksasa yang fokus pada bahan baku baterai EV, Indonesia menegaskan langkah strategisnya dalam revolusi kendaraan listrik. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat kemandirian industri nasional, tetapi juga mendukung agenda hijau global. Masa depan kendaraan listrik di Indonesia semakin cerah dengan dukungan penuh dari sektor industri dan pemerintah.
Meski menjanjikan, pengembangan kawasan industri ini juga menghadapi tantangan seperti pengelolaan lingkungan dan kebutuhan teknologi tinggi. Pemerintah dan pelaku industri harus memastikan bahwa proses produksi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Investasi dalam riset dan pengembangan teknologi baterai juga menjadi kunci agar Indonesia tetap kompetitif di pasar global.